Sebenarnya, laptop bagus untuk anak sekolah, tidak ada bedanya dengan laptop bagus untuk pengguna umum atau anak kuliahan, atau bahkan pekerja kantoran.

Mungkin pertanyaan yang lebih tepat seperti ini, “Apa laptop yang cocok untuk anak sekolah?”

Pertanyaan itupun masih belum terlalu jelas, yang lebih jelas, bisa ditambahkan keterangannya, misalnya begini; “Apa laptop yang cocok untuk anak sekolah yang suka bikin film atau edit video?”

Dengan pertanyaan seperti yang terakhir tsb, kita bisa cari laptop yang lebih spesifik sesuai dengan requirement dan kebutuhan sang anak.

Tapi okelah, kita anggap anak sekolah di sini adalah anak sekolah normal yang tidak membutuhkan level spesifikasi laptop tertentu. Lagi pula, kalau Anda mencari laptop untuk anak sekolah yang suka bikin film, PMC akan ulas di halaman khusus, tanpa embel-embel “anak sekolah” btw.

Secara mudah, bisa dikatakan bahwa laptop anak sekolah yang bagus itu laptop yang memang “bagus”, harganya juga biasanya lebih mahal, ya minimal 5 jutaan, hingga sekitar 15 jutaan kalau sang anak mau Anda beri MacBook Air, seperti banyak anak sekolah di US sono..

Tapi, saya kira kalau Anda mau keluar budget hingga lebih dari 10 juta, Anda gak akan repot untuk mencari informasi di internet.

Seperti paham pada umumnya, laptop anak sekolah itu, ya…. baiknya “gak usah bagus-bagus” toh masih sekolah. Sebagai mantan anak sekolah (haha), saya bisa katakan paham seperti itu memang tidak salah, tapi tidak benar juga. Dulu, ketika saya masih sekolah, saya minta laptop ke ayah saya, dibelikan yang harga 5,5 jutaan, waktu itu loh ya. 5 jutaan dapat laptop kelas pemula yang sudah agak lumayan.

Laptop kemudian saya gunakan untuk banyak hal, selain mengerjakan tugas sekolah yang normal-normal aja (ngetik, browsing, ngeprint), saya juga mengerjakan project yang lebih berat seperti membuat video klip, film pendek, ngedit lagu, dsb. Saya juga banyak belajar dan benar-benar eksplor banyak jenis program, jauh lebih banyak dibandingkan saya yang saat ini, sekitar 9 tahun kemudian.

Maksud dari cerita di atas adalah, specs yang saya butuhkan waktu itu sudah masuk kelas menengah atas. Karena di masa muda itulah justru saya lebih banyak berkreasi dan produktif.

Tapi tak perlu khawatir, tidak semua anak sekolah itu seperti saya. Justru, saya ini mungkin jenis 5% yaitu anak sekolah yang punya passion di bidang komputer dengan software kelas atas.

Sedangkan…. kebanyakan anak sekolah biasanya membutuhkan laptop untuk aktivitas yang relatif standar seperti mengetik tugas, browsing internet, membuat slide presentasi, nonton film (iya, anak sekolah suka nonton film di laptop, malah… suka banget), dengerin lagu, video chat, dan aktivitas ringan lainnya.

Sebagian anak sekolah yang suka gaming, photo atau video editing, tidak kita masukkan dalam ulasan di halaman ini. Meskipun laptop harga 4,5 jutaan ke atas sudah bisa cukup diandalkan untuk menjalankan program-program berat.

Dengan aktivitas di laptop yang relatif standar, maka spesifikasi yang dibutuhkan pun tidak terlalu berat. Laptop yang sebaiknya diberikan ke sang anak, sebaiknya yang sesuai dengan kemampuan sang ortu. Budget menjadi faktor paling signifikan di kelas pemula ini, soal merk, selama itu merknya Asus, Acer, Lenovo, Fujitsu, HP, Dell, atau mungkin Apple, saya kira tidak akan ada masalah berarti selama penggunaannya normal.

Laptop-Bagus-untuk-Anak-Sekolah

Apa saja pilihan laptop kelas pemula?

Kelas pemula untuk standar PMC (PanduanMembeli.com), terbagi lagi menjadi 2 kelas.

Kelas pertama adalah kelas pemula dengan chipset di bawah Intel Core i3. Kelas kedua adalah kelas pemula dengan chipset Intel Core i3 (Core i3 adalah tipe Core terendah, dua kakaknya adalah Core i5 dan Core i7).

Di kelas pertama, laptop pemula dengan prosesor di bawah Intel Core i3 biasa PMC sebut juga dengan Laptop Murah atau Budget Laptop, yakni laptop yang benar-benar murah. Prosesor yang digunakan biasanya Intel Core seri Atom, Celeron, dan Pentium. Pilihan dari AMD juga ada, namun jumlahnya terbatas.

Harga laptop pemula harga murah biasanya memiliki kisaran harga 2,5 juta hingga hampir 4 juta untuk prosesor Intel Pentium dengan performa terbaik. laptop dengan AMD A8/A6 juga mulai dibandrol hampir 4 juta rupiah. Sebagian sudah dibekali OS Windows 10 sebagai standar, sebagian lagi masih Non OS/ DOS. Tentu pilihan yang sudah sepaket dengan Windows original sangat direkomendasikan. Harga 4 jutaan sebagian masih tipe laptop yang menggunakan Intel pentium namun dengan seri lebih baru.

Di kelas pemula kedua, laptop dengan prosesor Intel Core i3, dibandrol dengan harga mulai 4,4 jutaan rupiah, alias tidak terlalu jauh bedanya dengan laptop Intel Pentium termahal (terkecuali laptop hybrid yang memang selalu lebih mahal meski dengan specs sama). Jika budget Anda sudah 4 jutaan rupiah, sebaiknya pertimbangkan laptop yang sudah Core i3 saja. Performanya cukup signifikan bedanya jika dibanding Intel yang belum seri Core. Graphics card juga sudah sangat baik dan bisa diandalkan dimana sudah mampu menjalankan banyak jenis game atau untuk photo dan video editing. RAM sebaiknya diupgrade menjadi 4 GB jika akan digunakan untuk aktivitas yang lebih berat.

Cara memilih laptop dengan prosesor Core i3 terbaru sangat mudah, lihat saja angka setelah i3, semakin besar angkanya, maka semakin baru. Contoh, Core i3-2xxx, i3-3xxx, i3-4xxx, i3-5xxx, dan yang akan keluar i3-6xxx. Rata-rata laptop saat ini menggunakan prosesor ULV (irit daya) sehingga di akhiran kode nama selalu ditambah huruf U. Perbedaan performa masing-masing generasi sekitar 10 sampai maksimal 15 %.

Laptop dengan harga hampir 7 jutaan rupiah sebagian sudah dibekali prosesor Intel Core i5 dan RAM 4 GB. Jika Anda punya budget 7 jutaan, sebaiknya pilih laptop dengan Core i5 untuk mendapat performa yang lebih baik dibanding Core i3.

Bagaimana dengan spesifikasi dan fitur lainnya?

Untuk fitur-fitur seperti layar, baterai, bobot, RAM, graphics card, sebaiknya pilih sesuai keinginan masing-masing. Ada yang nyaman dengan layar besar meski harus dengan bobot yang berat (14 inch: rata-rata 2 Kg), sebagian suka laptop ringan dengan layar 11 inch. Graphics card mandiri (komponen terpisah dari prosesor), ada GeForce dan Radeon, pilih laptop yang menggunakan graphics card mandiri jika ingin performa gaming dan multimedia yang lebih tangguh dibanding graphics card on board (menyatu dengan prosesor/ bawaan chipset)

Untuk penjelasan masing-masing komponen, anda juga bisa baca di ulasan Tips dan Panduan Membeli Laptop (artikel yang sudah cukup lama namun saya kira masih sangat relevan saat ini).

Untuk pilihan merk dan tipe laptop yang recommended, akan kami ulas di halaman khusus. Lihat juga pilihan laptop lainnya di kategori Notebook/ Laptop. Semoga artikel tentang memilih laptop yang bagus untuk anak sekolah ini bisa membantu Anda memilih yang sesuai dengan budget dan harapan.

LEAVE A REPLY