Bagi pengguna umum yang tidak terlalu membutuhkan performa tinggi pada laptop, jadwal beli laptop mungkin setiap 5 tahun sekali. Laptop pun hanya digunakan untuk mengetik dokumen tugas sekolah, kampus, atau sedikit pekerjaan kantor.

Berbeda dengan pengguna yang menggantungkan pekerjaan pada laptop, performa laptop sangat diharapkan bisa meng-handle aktivitas komputasi. Sayangnya, harga laptop tak kunjung turun, ya memang beberapa kelas laptop bisa dikatakan harganya turun, namun begitu juga performanya. Untungnya, mulai dari Windows 8, hingga kini Windows 10, performa OS sudah jauh lebih cepat sehingga kita tak perlu membutuhkan komponen kelas atas untuk menjalankan OS Windows dengan lancar.

Harga yang tak kunjung turun secara keseluruhan ini mungkin disebabkan karena pasar yang memang stagnan, teknologi yang relatif lambat, dan pemainnya ya itu-itu saja. Intel menguasai dengan sedikit “gangguan”dari AMD. Berbeda dengan smartphone, bayangkan, performa CPU quad-core yang tadinya berharga 5 jutaan, setelah beberapa tahun kini bisa kita dapatkan dengan harga 1 jutaan saja. Begitu cepat teknologi berganti, begitu juga dengan harga yang semakin lebih terjangkau.

Tapi laptop tetaplah laptop. Saya yakin hingga 5 tahun ke depan pun laptop tetap masih dibutuhkan, terutama bagi pengguna yang pekerjaannya harus menggunakan laptop. Sebut saja designer, editor, penulis, dsb. Nah, karena harga laptop kelas Intel Core tak kunjung murah, kita mesti lebih jeli untuk mencari laptop pilihan terbaik dengan budget ngepas.

Laptop dengan Intel Pentium adalah salah satu pilihan terbaik saat ini. Performanya cukup bisa diandalkan, namun dengan harga yang masih terjangkau jika dibandingkan laptop Intel Core. Meski secara performa berbanding harga terasa menurun dalam 4 tahun terakhir, namun ini bukan tanpa alasan. Di era mobile saat ini, vendor prosesor laptop ikut-ikutan terus menurunkan kebutuhan daya yang akhirnya berimbas juga pada performa yang segitu-gitu saja. Manfaatnya tentu kita bisa lebih lama menggunakan laptop tanpa charging.

Wah, introduction yang sangat panjang ya.. anggap saja admin lagi curhat nih gara-gara harga laptop intel Core tidak kunjung murah 🙂

Anyway.. untuk Anda yang sedang mencari laptop terjangkau dengan performa yang sedikit lebih baik, maka laptop dengan Intel Pentium N3540 adalah salah satunya. Selama 2 tahun prosesor ini masih memimpin dalam hal performa dibanding prosesor murah lainnya. Tentu harganya sedikit lebih tinggi bahkan jika kita sabar, kita bisa menabung lebih lama untuk mendapatkan Intel Core i3. Tapi jika Anda tidak sabar, oke lah.. berikut pilihan laptop dengan Intel Pentium N3540 yang sudah sangat sedikit sekali.

1. Asus X453MA

Laptop ini sudah tidak asing di telinga saya. Masih masuk dalam seri X yang merupakan seri termurah laptop Asus, X453MA berada di kelas tertinggi saat ini di bawah level laptop Intel Core.

Intel Pentium N3540 yang digunakan merupakan prosesor Quad-core dengan 4 threads dan clockspeed mulai 2.16-2.66 GHz. Kebutuhan dayanya hanya 7.5 watt sehingga CPU ini juga digunakan pada device mobile seperti hybrid laptop. Dengan level 2 cache sebesar 2 MB, ini cukup lumayan untuk menjalankan berbagai jenis software kelas consumer. Teknologi yang digunakan masih 22 nm karena CPU ini sudah meluncur sejak pertengahan 2014.

Laptop-3-jutaan-terbaik

Meski membawa nama Pentium, namun seri ini adalah seri yang bisa dikatakan seri terendah dari keluarga Pentium. Dengan prioritas pada konsumsi daya yang hemat, performanya dikorbankan dibanding, misalnya Pentium B series yang sempat berjaya di 2012. Namun setidaknya performa N3540 lebih baik dibanding rata-rata Intel Atom dengan perbedaan yang cukup signifikan. Mengetik, browsing multitabs, photo editing, sedikit video editing, hingga menjalankan program agak berat untuk kalkulasi dan analisis, laptop ini sudah cukup lumayan. Apalagi kalau RAM yang dibenamkan lebih dari 2 GB. Meski begitu, jangan berharap terlalu tinggi karena tetap saja prosesor ini masih kelas low-end.

Asus X453MA dibandrol dengan harga Rp 3,6 jutaan hingga 3,7 juta rupiah untuk wilayah Jabodetabek. Kalau Anda beli di daerah, sebaiknya cari toko yang besar sehingga harganya tidak akan berbeda jauh. Harga tsb untuk versi yang belum dibekali OS Windows original dalam paket penjualan.

Fitur lainnya relatif standar laptop harga 3 jutaan seperti: Layar 14″1366 x 768 piksel, RAM 2 GB, HDD 500 GB 5400 RPM, DVD RW, Camera, Card Reader, WiFi, USB 3.0, USB 2.0, dan 4-cell battery.

Graphics card yang digunakan adalah HD Graphics Bay trail. Performanya cukup memadai untuk multimedia namun kalau untuk gaming, tentu sangat terbatas.

2. Dell Inspiron 14 3452

Laptop yang juga menggunakan Pentium N3540 ini dijual dengan harga 4,4 hingga 4,7 juta rupiah dengan pilihan RAM 4 GB atau 2 GB. Bobotnya pun relatif ringan, sekitar 1.8 Kg. Namun DVD RW harus dikorbankan sehingga Anda perlu Optical Drive eksternal jika ingin memutar kepingan DVD/CD. Fitur-fiturnya termasuk layar 14 inch Truelife LED, HDD 500 GB, WiFi, Bluetooth, Card Reader, USB 3.0, USB 2.0, dan baterai 4 cell. Laptop ini di beberapa toko disebutkan sudah dengan bundling Windows 8.1 Bing dan gratis upgrade ke Win 10. Sebagian toko tidak mencantumkan yang membuat kita bertanya-tanya kenapa harganya bisa signifikan bedanya dibanding Asus X453MA. Sebaiknya Anda pastikan sebelum membeli.

Laptop-Dell-murah

Dell Inspiron 14 3451: Banyak sekali misleading information yang membuat kita bingung. Banyak toko yang tidak terlalu teliti dengan tipe laptop dengan fitur yang diusung. Antara Inspiron 14 3451 dengan 3452 misalnya. Meski keduanya masih masuk Inspiron 14 3000 series, namun beda toko beda lagi laptop yang dijual. Karena itu, sebaiknya lihat langsung atau pastikan dengan penjual sebelum Anda membeli.

Menyimpulkan dari berbagai sumber, Inspiron 14 3452 berbobot 1.77 Kg tanpa optical drive. Sedangkan Inspiron 14 3451 bobotnya 2,1 dengan fitur optical drive. Informasi ini bisa saja salah atau berubah sewaktu-waktu.

Soal performa, untuk versi RAM 2 GB, bisa dikatakan setara dengan Asus X453MA. Secara personal, laptop Dell ini tampak lebih tangguh dan “laki banget”dibanding Asus X453MA. Jika Anda tak perlu optical drive, bobot 1.8 Kg membuat laptop ini sangat menarik. (laki kok masih mikirin beda bobot setengah kilo 😀 )

3. Toshiba Satellite Radius L15W

Jika Anda hanya butuh laptop 14 inci, sebaiknya abaikan laptop ini. Toshiba Satellite Radius L15W merupakan laptop hybrid dengan layar touchscreen dan engsel layar yang bisa diputar hingga 360 derajat. Mulai dari mode laptop biasa, mode stand, hingga mode tablet bisa dilakukan.

Laptop hybrid harga 5 jutaan

Harganya berkisar 5,1 juta rupiah untuk versi Pentium N3540 dan RAM 4 GB. Namun laptop ini memiliki beberapa varian termasuk jenis prosesor lain yakni Atom 2840 serta perbedaan kelengkapan bundling OS Windows. Teliti ketika Anda membeli.

Layarnya berukuran 11.6″ dengan resolusi HD 1366 x 768 dan bobot hanya 1,4 Kg. Fitur-fitur lainnya antara lain HDD 500 GB, Bluetooth, WiFi, USB 3.0, USB 2.0, HDMI, dan 2-cell battery.

Klaim daya tahan baterainya sekitar 5 jam lebih. Untuk Anda yang mementingkan tampilan, fashion, dan fungsi hybrid, Toshiba Satellite Radius L15W bisa menjadi pilihan yang memikat.

 

Jika Anda tak ingin neko-neko, Asus X453MA mungkin menjadi pilihan terbaik laptop dengan Intel Pentium N3540 yang ada saat ini. Laptop ini juga pernah dijual dengan bundling Windows 8.1, bisa jadi masih ada toko yang menjual. Atau jika Anda ingin install OS sendiri, upgrade RAM sendiri, laptop ini tentu layak untuk dipilih.

 

Dengan harga tidak sampai 1 juta rupiah dibanding laptop dengan Intel Core i3, sebaiknya Anda perlu pertimbangkan lagi sebelum membeli. PMC sudah beberapa kali mengulas tentang pilihan laptop Core i3 termurah dan di tahun 2016 tidak lama lagi akan kembali kita ulas. Sering-sering berkunjung ke PanduanMembeli.com untuk update informasi selanjutnya.

Selain laptop dengan Intel Pentium N3540, ada beberapa laptop 14 inci lainnya yang patut dipertimbangkan mengingat sudah menggunakan prosesor terbaru. Harga sama namun performa cukup jauh bedanya. Nantikan ulasannya hanya di PMC. Semoga informasi di atas beguna dan selamat memilih.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY